Wiliardi Mengaku Berbohong Atas Kesaksiannya dalam Kasus Antasari Azhar.

Wiliardi Wizard

Wiliardi Wizard

Kesaksian WIliardi Kuatkan Dugaan Kriminalisasi KPK.

Pengakuan Wiliardi di Sidang Antasari

Memang mengerikan sekali ya.. Satu bulan terakhir ini saya merasa sedang mengikuti suatu TV seri tentang konspirasi politik di suatu tempat. ‘Hebatnya’ ini real saudara2! Semoga kebenaran segera terungkap secepatnya!

Saya dukung KPK dan Kepolisian secara institusi! Saya dukung pembasmian korupsi! Hidup Indonesia!

~Ilia Amir~

Maaf!

Duh, saya kesel sendiri gak bisa nulis di blog ini secara rutin (terima kasih Anton Junior yg udah ‘mengingatkan’ saya^^). Padahal banyak topik yg muter-muter tujuh keliling di kepala saya. Saya gak bisa bilang saya gak punya waktu karena sibuk kuliah. Nyatanya semua orang punya kesibukan masing2. Ketidak-bisaan saya mengatur waktu memang bukan suatu hal yang bisa dibanggakan… Hiks.. :’(

Insya Allah, kita akan berjumpa lagi dalam tulisan-tulisan tidakmenarik saya yang berikutnya! ^^

Balancing My Life

Being too sensitive will kill my self.

Being too neglectful will kill my surrounding.

-Ilia Amir, 2009-

8 Juli

Di rumah saya pemilu kemarin taste-nya beda banget dari pemilu2 sebelumnya. Manis-asin! Warna-warni! Biasanya kami satu kata dalam masalah politik, yah, paling beda-beda dikit. Tapi kemarin nggak. :cool:

Yang paling diluar dugaan adalah pandangan kakak sulung saya mengenai salah satu cawapres. Yah, argumen2nya masuk akal sih, tapi banyak pendapatnya yang menurut saya terlalu beresiko. Selanjutnya abang saya yang kedua terlanjur dendam sama ‘kebijakan’ outsourcing (spellingnyabenergakya-.-) dari salah satu capres yang ayah saya unggulkan tapi juga tak percaya dengan dua capres lainnya, jadilah dia berniat golput. Ibu saya setuju dengan argumen2 ayah tentang capres pilihannya. Sedangkan saya sampai beberapa hari terakhir masih ragu menentukan pilihan, padahal debat capres terakhir sudah ditonton. Timbang sana, timbang sini,, ukur sana ukur sini.. Jangan sampe salah pilih! Jangan milih karena ikut2an!

Hingga tibalah H minus sekian itu, saya makin muak dengan arogansi dari salah satu tim kampanye capres X. Errghhh…!! Ditambah lagi diskusi lanjutan dengan ayah akhirnya saya bulat juga menentukan pilihan! Saya putuskan untuk milih capres yang “itu” aja. :cool:

Dan tanggal itu pun tiba..

Eh ternyata abang saya yang kedua berhasil terbujuk untuk tidak golput dan menentukan pilihan yang tidak sama dengan dua saudarakandungnya.. Dan eh ternyata lagi, ibu saya mendadak beralih ke capres yg sama dengan kakak yang nyaris golput tadi, entah dapet wangsit darimana,, yang jelas bukan dari abang saya tadi.. Hmm…

Yah, hasil pilpres 2009 ini pun sudah bisa teraba dengan jelas. Capres pilihan saya udah gak mungkin maju jadi pres.. That’s no problem, soalnya dari awal semua pilihan punya resikonya masing2. Salut buat capres yang nerima kekalahan, nokomen buat capres yang gak bisa nerima kekalahan, dan yang paling penting, saya bukan mo kasih ucapan selamat buat capres terpilih, tapi cuma mau bilang: yang dilanjutkan yang baik baik aja ya Pak!!

Satu yang pasti, apapun pilihannya, kita tetap satu keluarga: keluarga Pak Amir :mrgreen: ; , keluarga Indonesia ;)

July

It’s July now.
A month where two of my childhood bestfriends born, 23 years ago..
A month where i always want to pick my phone and call those two phonenumbers.. 87*5252 on every July 3rd and 87*3661 on every July 12th.. Those two phone numbers and those two birthdays are always in my mind..

Girls, do you know how much i miss you both? Read the rest of this entry »

s p e e c h l e s s

That’s what i feel when I was accidentally read my friend writing a moment ago:
Oleh-oleh dari Aceh. So, let me confess my feeling for my dear Aceh,, sebelum saya melupakannya,, sebelum saya meninggalkannya lebih jauh lagi dari yang selama ini telah saya tinggalkan..


my dear Aceh, dont worry, be happy,,
Someday,,
i’ll go home..
ke tanah tempat seharusnya ku berada,,
ke tanah tempat seharusnya ku mengabdi,,
ke tanah tumpah darah kakek-nenek tercinta,,
yang hingga detik ini belum pernah satu senti-pun ku injak buminya..

Somehow, someday,,
i’ll go home..
walau sekarang tak terbayang dapat biaya darimana,,
juga entah ada kesempatan dari mana..

Somehow, someday,,
i’ll go home..
ke tanah bernama Rumah ku yang sesungguhnya..

my dear Aceh, dont worry, be happy..
eventhough my body is miles away from you,
my heart is always there for you

Somehow, someday,,
I am sure, I will go home..

InsyaAllah

« Background music: We Will Not Go Down by Michael Heart »

~~~

:: Mosyi’s Note ::
Sebenernya PC  ini baru aja diniatin akan segera dimatikan dengan suka cita, waktu saya Read the rest of this entry »

What a Saturday!

Apalah artinya harta tanpa keluarga dan sahabat?? Kayaknya saya gak sanggup hidup tanpa adanya cinta dan dukungan dari mereka semua. Lagipula, apa ada superhuman yang bisa????

Hmmm….

Jumat kemarin temen2 kuliah ngajak nonton di margocity. Great! Emang udah lama banget gak ketemu mereka, dan Sabtu ini adalah waktu yang tepat! Seperti biasa, mereka ngajak nonton film apa aja saya mau-mau aja. Masalahnya saya bukan maniak film, dan sejauh ini kalo mereka yang ajak nonton film-nya bagus2 aja. Yah, setidaknya menurut standar saya :cool:

Pas hari sabtu pagi, saya baru dikasih tau, kalau ternyata film yang mereka niat tonton adalah KCB, alias Ketika Cinta Bertasbih. Another film yang diangkat dari novel karya Kang Abik, penulis novel Ayat Ayat Cinta. Yaaaaahhhh.. Kecewaa! Soalnya saya kecewa sama dwilogi Kang Abik tersebut. Nggak kecewa2 amat sih, tapi yang jelas ada beberapa poin yang mengecewakan saya. Walau mungkin bagi orang poin2 itu sepele, tapi buat saya penting dan bikin saya ilang feeling beneran sama novel tersebut. Lain waktu kali ya saya jabarin poin2 tersebut.

Back to ajakan temen2, karena dari awal udah niatin mo nonton biar bisa cupika-cupiki sama mereka, gak ada alasan buat saya buat ngebatalin ikutan. Dan! wao,, for my own surprise, i enjoy the movie much more than the novel. Malah bisa dibilang saya suka sama film KCB 1 ini! (Seriously, for the the first time of my life: I like a movie (which based on a novel) better than the novel itself!! Wauu.. *terkejutsendiri*

Well, selesai nonton kami duduk2 di food court sambil nungguin magrib. Anna (seperti biasa) inisiatif cari eskrim. Gara-gara Anna hampir semuanya jadi beli eskrim juga. Biasa, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau, hihi. Sambil makan eskrim (dan saling icip eskrim satu sama lain:D ) we talked about many things, mulai dari si Likur yang mirip banget sama salah satu aktris di film KCB tadi (seriusan Kur! mirippp banget!! hihihi); Kabar terbaru dari jurusan.. (hmmm,, dasar 2004, kok ada aja masalahnya ya.. Padahal hampir semua udah pada lulus, hiks); Sampe pada topik si Bancay yang baru aja dateng karena tadi (siang) ambil kuliah terbuka di FE. Dan akhirnya tibalah pada topik yang saya paling hindari (apalagi kalo lagi senang2 kayak kemarin itu): “gimana Masy, kuliahnya?”, dan gw gak tau harus jawab apa kecuali nyengir. Hiksss, menyedihkan emang. Tapi mereka semua emang bener2 temen, mereka selalu ada di sisi gw baik waktu gw senang, apalagi waktu gw lagi susah… Hiks hiksss… Rizkiya, Luchan, Tachan, Irma (yg mengerikan dan membahayakan manusiahamsterkucingdsb~ >.<), Anna-chu, Likyurr, Lintang Tink-tung, Bancay Banchita, Asih (nan heboh): kalian kok BAIK banget sihh??? YY__________YY. Looovvveee you all! Mmmuuuah!! :cry: *ngelapingus* :cry:
~Oya Chay, Lus, Tam, Ki: tenang aja, gw emang niat seriusin bhs korea gw kok. Sayang ah, kalo udah terlanjur kecebur gini, masa’ gak diterusin berenang ;D
Dan sepertinya kalian benar *hmm ehemmm* mungkin belajar bahasa adalah salah satu potensi terpendam gw?? :cool: hehehe.. amin amin ya Allah..! ;p
btw oh btw «promosimode» ayah gw jago loh bhs Rusia,, ada yg mo belajar ma beliau??? (Kayaknya) yang bisa bahasa Rusia lebih jarang dan lebih ‘antik’ dari yang bisa bahasa Korea tuh! heheheh.

Lanjut!
Abis solat magrib, saya iseng cek hape. Ya ampun, ternyata Read the rest of this entry »

h i d u p

Hidup itu,, kayak pelangi.
Tapi pelangi yang ketumpahan tinta spidol item yang lagi dipake buat ngitemin jalan di si-gaban-gaban maket site kelompok.

Hidup itu,, kayak roda.
Yaitu roda yang lagi menggelinding di suatu jalan. Jalannya naik turun, berkelok-kelok kayak di gunung. Terus, ujung2nya nubruk pohon jati raksasa, dan, jatuh. Terbengkalai. Kadang terlupakan. Kadang di simpen di gudang sama orang lewat.

Hidup itu,, ya, hidup.
Suatu fase yang harus dilalui manusia, kalo dia mau hidup, eh,,, apa yah… Yah, gitu aja deh..

Kalau gak mau hidup, ya, gak usah hidup.

Ngapain lo jadi manusia?

Soalnya,

elo

harus

hidup.

~from Mosyi’s digital diary,  18 April 2009~

Susahnya Berbahasa

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dengan ini saya minta maaf,, semaaf maafnya kepada seorang Professor yg sangat saya hormati, sejak saya menginjakkan kaki di Arsitektur FTUI: Yth Bapak Gunawan Tjahjono, teladan saya nomor satu di dunia per-arsitek-an. Karena saya gagal mengikuti salah satu prinsip Bapak yang sangat amat saya kagumi: konsisten dalam berbahasa*. Kalo mau pake bahasa Indonesia, ya dari awal sampe akhir bahasa Indonesia. Kalo bahasa Inggris, ya bahasa Inggris teruuus. Begitu juga dengan yang lain..
Sesederhana itu,, tapi juga sesulit itu..
*Sadar gak? Dengan bilang “konsisten dalam berbahasa” aja udah gak konsisten~___~. Saya yakin, Pak Gun pasti tau kata bahasa Indonesia yang betul2 Indonesia untuk kata “konsisten” tadi dan menggunakannya! (bukan cuma tau seperti halnya saya tau “donlod-aplod” itu kata Indonesianya “unduh-unggah”, tapi mana pernah saya pake -________________- )

Saya sebenernya pengen banget Pak, ikut prinsip Bapak,, tapi rasanya kok sulit sekali yaa buat saya, hiks.. Mungkin seperti yang bapak katakan dulu, hidup manusia itu ada fase-fase nya.. Tentu saja saya lihat Bapak udah sampai hampir sampai tahap puncak, sedangkan saya,, masih di dasar banget.. Jadilah Pak, bahasa yang saya gunakan campur-campur banget. Dari bahasa Indonesia dengan EYD dicampur bahasa Jakarta Betawi dicampur bahasa Inggris yang belepotan dicampur bahasa rumah (yang tak jelas apakah bhs Indonesia, Medan, Aceh, Sumatra, atau bahasa Jakarta ^_____^;; ) masih dicampur lagi bahasa Jawa (yang sering banget gak saya sadari kalau itu bahasa Jawa ^____^;; )..

Doakan Pak, supaya suatu hari nanti, saya bisa se-idealis Bapak dalam berbahasa, berkarya, dan berbangsa.

Salute to Prof. Ir. Gunawan Tjahjono, Ph.D, M.Arch.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

*Mosyi’s Note*
Makanya nih blog ini jadi gak jelas bahasanya.. Kapan membahasakan diri sendiri “saya”, kapan “gue”, kapan “masyi” aja gak jelas.. Terserah keyboardnya si Masyi aja deh.. huhu… Mohon maaf atas ketidakkonsistenan saya… T____T

[06mrt09] Saya Tidak Sedang Melawak, Mengapa Mereka Hanya Bisa Tertawa

~from my digital diary, 6maret’09~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kecewa

Sedih

Hampir menangis

 
Kenapa mereka malah tertawa?? Padahal saya tidak sedang melucu, apalagi melawak.. Kenapa mereka hanya tertawa dan tidak menjelaskan alasan dibalik tawa2 mereka itu.. Tidak merasa perlu untuk menjelaskan? Atau justru tidak mampu untuk menjelaskan?? Jadi mereka tutupi saja dengan tawa2 itu..

Tawa2 garing tanpa penjelasan seperti itu hanya makin menunjukkan posisi kalah mereka. Apa mereka tidak menyadarinya??!

Saya sama sekali tidak membenci mereka. Tapi saya kecewa terhadap mereka. Padahal saya hanya berharap mendapat jawaban, atau setidaknya mendapat diskusi yang cerdas dari mereka..

 

*Sayangnya sepertinya mereka gak bakal baca tulisan ini… Huff..

 
~~~그오빠에게,
오빠, 오빠가 (이 문제는) 무슨 가지 있신지 정말 알고 싶어요.. 오빠는 어떤 사람 이신지 진짜 궁금해요.. 그이들 처럼 아니면 참 좋겠어요! 그녀와 나에게 웃기 밖에 아무것 도 할 수 없는 사람이예요 그이들이… 오빠는 골서방이 (그이들 처럼) 아니신지 알고 있어요.. 내가 오빠를 믿어요.. masyi를 실망하지 마세요 제발..
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

« Older entries